Cara Memasak Yang Sehat?

Cara Memasak Yang Sehat
Senin, 9 Agustus 2021 09:00 WIB – Cara Memasak Yang Sehat Nama Renatta Moeloek atau yang dikenal dengan Chef Renatta mulai mencuri perhatian publik lewat perannya sebagai juri di MasterChef Indonesia. Foto/instagram/renattamoeloek TEMPO. CO, Jakarta – Tak hanya lezat, makanan juga harus mengandung nutrisi yang bisa menjaga tubuh tetap sehat.

Ini tidak hanya dilakukan dengan cara memilih jenis makanan, tapi juga cara mengolahnya, Chef Renatta Moeloek berbagi tips cara memasak makanan yang enak dan sehat. Dalam program LazLive, Dapur Lazada, salah satu juri acara televisi pencarian bakat Master Chef Indonesia ini mengatakan bahwa memasak menu makanan sehat itu tidak susah, asalkan tahu trik pengolahannya sehingga kandungan nutrisinya tetap maksimal dan tidak hilang ketika dimasak.

“Bahan-bahannya juga tidak harus mahal ataupun ribet, yang sederhana pun bisa kita olah menjadi makanan yang sehat, enak dan bikin bahagia,” kata Chef Renatta dikutip dari siaran resmi. Simak 5 tips memasak sehat ala Chef Renatta: 1. Batasi kandungan lemak Kurangi penggunaan minyak dan mentega agar makanan jadi rendah lemak.

  • Gunakan alat masak yang mendukung, seperti non-stick cookware sehingga tidak perlu mengoleskan mentega atau menggunakan minyak terlalu banyak ketika memasak.
  • Jika harus menggunakan minyak atau mentega, siasati dengan menggunakan spray atau diaplikasikan dengan kuas kue.
  • Anda juga bisa memasak menggunakan air, ataupun kaldu dan mengganti penggunaan krim dengan susu rendah lemak.2.

Pilih bahan dasar tinggi protein Protein merupakan salah satu zat penting untuk tubuh karena dapat membantu proses regenerasi sel-sel tubuh yang rusak. Selain itu, memperbanyak asupan protein juga salah satu cara meningkatkan hormon dopamine, atau hormon pengendali emosi, sehingga kita bisa merasa lebih senang dan bahagia.

  1. Jadi selain sehat, mengonsumsi makanan tinggi protein juga bisa berpengaruh pada mood kita.3.
  2. Pertahankan nutrisi sayuran Sayuran mengandung banyak vitamin yang mudah larut dalam air sehingga mudah hilang dalam persiapan memasak.
  3. Untuk mempertahankan kandungan nutrisinya, kukus atau gunakan microwave saat mengolah sayur, dibandingkan dengan direbus.

Kalau lebih suka merebus, gunakan sedikit air dan hindari sampai mendidih. Pengolahan dengan cara ditumis akan lebih baik untuk mempertahankan kesegaran dan nutrisinya.4. Kukus, panggang, dan rebus Mengolah dengan cara mengukus memanggang dan merebus adalah alternatif yang bisa dipilih jika ingin membuat makanan lebih sehat.

Selain mempertahankan nutrisi yang terkandung di dalam masakan, pengolahan dengan cara ini pun juga cenderung lebih rendah lemak dibandingkan dengan menggoreng karena tidak menggunakan minyak yang berlebihan.5. Gunakan garam secukupnya Mengonsumsi garam berlebihan bisa memicu berbagai masalah kesehatan.

Chef Renatta mengungkap cara menguranginya, mulai dari memilih sayuran segar dibandingkan kalengan, mengurangi daging yang sudah diproses seperti kornet ataupun smoked salmon, pasta atau sup instan.

Apakah makanan yang direbus lebih sehat?

6. Merebus – Cara Memasak Yang Sehat Merebus makanan adalah cara memasak yang lebih sehat dibanding menggoreng, asalkan cara ini tidak dilakukan terlalu lama. Sayuran umumnya mengandung banyak sekali vitamin C, Sayangnya, vitamin akan hilang dalam jumlah banyak jika dimasak dalam air yang terlalu panas dan dalam waktu yang lama.

Apa bedanya dikukus dan direbus?

SEMARANG SELATAN, AYOSEMARANG. COM – Merebus dan mengukus merupakan cara mengolah makanan yang dipercaya sangat sehat. Tapi, di antara kedua cara tersebut, manakah yang lebih sehat? Merebus adalah cara memasak dengan memanaskan air atau kaldu hingga mendidih, kemudian memasukkan makanan ke dalam air tersebut hingga matang.

Sedangkan mengukus adalah proses mematangkan makanan dengan menggunakan uap panas yang berasal dari air mendidih. Caranya adalah dengan memanaskan air di dalam panci bersekat, lalu menaruh makanan di atas sekat itu hingga matang. Jadi, Rebus atau Kukus? Perlu kamu ketahui bahwa selain jenis makanan sendiri, cara memasak atau mengolah makanan juga sangat menentukan kandungan nutrisi di dalamnya.

Jika cara memasaknya salah, makanan sehat pun bisa saja berubah menjadi sumber penyakit, lho. AYO BACA : 5 Makanan Ini Membuat Vagina Wangi dan Sehat Merebus dan mengukus memang sudah dikenal sebagai cara memasak makanan yang paling sehat. Kedua cara memasak ini bisa menjaga kadar kalori dalam makanan karena tidak membutuhkan tambahan minyak atau mentega.

Lalu, di antara keduanya, mana ya metode memasak yang lebih sehat? Baik rebus dan kukus, sama sehatnya, kok. Namun, beberapa jenis makanan memang lebih baik jika dimasak dengan cara dikukus. Contohnya adalah sayuran. Untuk memasak sayuran, metode rebus bukanlah cara terbaik. Hal ini karena nutrisi di dalamnya, seperti vitamin B dan C, dapat ikut larut ke dalam air yang mendidih.

Jadi, agar kamu tetap bisa memperoleh nutrisi dalam sayuran secara optimal, masaklah dengan cara kukus.

You might be interested:  Terangkan Yang Kalian Ketahui Tentang Tanaman Kacang-Kacangan?

Apakah makanan panggang itu sehat?

KOMPAS. com – Untuk menyajikan makanan, tersedia banyak teknik memasak yang bisa digunakan. Anda di antaranya bisa mengolah makanan dengan cara merebus, mengukus, menggoreng, atau memanggang, Jika Anda ingin membuat tekstur makanan lebih renyah, menggoreng dan memanggang bisa jadi pilihan untuk dilakukan.

Baca juga: Daging Sapi, Ayam, atau Ikan, Mana yang Paling Rentan Picu Kolesterol Tinggi? Tapi, di antara dua teknik memasak tersebut, sebenarnya mana yang lebih sehat untuk diterapkan? Merangkum Health Line, dari segi rasa, mungkin sangat sulit untuk menentukan jawaban lebih enak mana makanan yang diolah dengan cara digoreng atau dipanggang.

Baik makanan yang digoreng maupun yang dipanggang rasanya enak. Tapi dari segi manfaat kesehatan, teknik memasak memanggang secara umum memiliki keuntunggulan dibandingkan menggoreng. Berikut ini alasan terkait kesehatan mengapa memanggang lebih baik daripada menggoreng: 1.

Makanan menyerap banyak lemak saat digoreng Hal ini berlaku bahkan dengan makanan rendah lemak. Alhasil, makan banyak makanan yang digoreng atau gorengan bisa menyebabkan berat badan cepat naik. Makanan yang digoreng juga berisiko mencegah kelancaran aliran darah karena lemak yang dikandungnya menyumbat pembuluh darah.

TANPA MINYAK! OLAHAN AYAM & TELUR INI SUPER ENAK TAPI SEHAT & MUDAH !

Baca juga: 4 Bahaya Makan Gorengan Berlebihan untuk Kesehatan 2. Makanan mempertahankan lebih banyak vitamin saat dipanggang Tidak menjadi masalah jika Anda memanggang daging atau sayuran. Makanan ini akan mampu mempertahankan sebagian besar vitaminnya saat dipanggang atau dibakar.

  1. Riboflavin dan tiamin adalah vitamin penting yang dapat ditemukan dalam daging dan dipertahankan jika daging dipanggang, bukan digoreng.3.
  2. Makanan panggang mengandung lebih sedikit lemak Saat makanan dipanggang, lemak diekstraksi dari daging.
  3. Artinya, memanggang makanan justru mengurangi minyak yang terkandung dalam bahan makanan yang sedang diolah.

Baca juga: Daging Sapi atau Kambing, Mana yang Lebih Sehat? Memanggang akan membuat lemak dari makanan mencair dan menetes ke bawah. Alhasil, teknik memasak memanggang dapat membuat kalori makanan berkurang, kebalikan dari menggoreng. Jadi, jika Anda tidak ingin mengonsumsi banyak lemak, sangat disarankan untuk memilih makanan yang dipanggang.4.

Lebih ramah gigi dan gusi Manfaat ini bisa diraih karena memanggang membantu membuat daging -sebagai bahan makanan yang kerap dibakar- menjadi lebih empuk. Anda bisa mencapai tingkat kelembutan yang tinggi dengan memanggang daging. Meski memanggang cenderung lebih sehat daripada menggoreng dalam mengolah makanan, Anda tetap harus memerhatikan caranya dengan benar.

Di mana, memanggang makanan terlalu lama dalam suhu yang terlalu panas dapat memicu pembentukan beberapa senyawa yang berpotensi menyebabkan penyakit kanker, yaitu polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs) dan heterocyclic amines (HCAs). Melansir WebMD, PAHs terbentuk ketika lemak dari daging menetes ke atas bara api atau elemen pemanggang.

Kenapa mengukus lebih sehat?

Jadi, Rebus atau Kukus? – Cara memasak dengan merebus dan mengukus memang sama-sama sehat. Kedua teknik ini bisa menjaga kadar kalori dalam makanan tidak bertambah karena tidak membutuhkan tambahan minyak atau mentega. Akan tetapi, beberapa jenis makanan dapat berkurang nutrisinya bila dimasak dengan cara direbus.

Salah satunya adalah sayuran. Sayuran yang direbus, terlebih jika dengan air mendidih dan dalam waktu yang lama, dapat mengurangi nilai nutrisi sayur. Vitamin B kompleks, vitamin C, vitamin E, dan kalium dalam sayuran dapat larut pada air yang mendidih. Jadi, karena banyaknya nutrisi penting yang dapat hilang, kamu disarankan mengolah sayuran dengan cara dikukus.

Metode kukus akan menjaga nilai vitamin, mineral, antioksidan, dan zat alami makanan, sekaligus mempertahankan bentuk, tekstur, warna, dan rasanya. Kesimpulannya, metode kukus tergolong lebih baik digunakan pada beberapa jenis makanan tertentu. Namun, tetap perhatikan durasi saat memasaknya, ya.

You might be interested:  Teknik Memasak Sayuran Yang Paling Baik?

Kenapa mengukus lebih baik daripada merebus?

Halodoc, Jakarta – Tahukah kamu jika cara memasak menentukan kualitas nutrisi pada makanan? Apalagi bagi peserta diet, mereka bukan hanya harus memperhatikan asupan makanan yang dikonsumsi, tetapi juga proses makanan sebelum disajikan. Makanan yang dikukus atau direbus memang lebih baik ketimbang digoreng atau dibakar,

Namun, antara dikukus atau direbus, manakah yang lebih baik untuk diet? Berikut ini proses makanan yang baik untuk diet: Baca juga: Antara Tuna dan Salmon, Manakah yang Lebih Sehat? 1. Mengukus Mengolah makanan dengan cara dikukus membuat kandungan baik dalam bahan makanan terjaga dengan baik dan tidak mudah rusak.

Uap panas saat mengukus tidak menarik senyawa vitamin yang terdapat dalam bahan makanan. Mengukus justru membuat senyawa beracun, seperti pestisida atau sianida terbuang dari sayuran. Proses makanan yang baik untuk diet ini mampu mempertahankan zat gizi dalam makanan hingga 82 persen.

Jika kamu mengukus brokoli, maka sayuran tersebut hanya kehilangan kandungan antioksidan sebanyak 11 persen saja. Proses makanan yang baik untuk diet ini direkomendasikan untuk sayuran yang mengandung vitamin larut air. Tujuannya adalah agar vitamin tidak hilang ketika proses pengukusan berlangsung. Ingat, jangan mengukus terlalu lama agar warna hijau pada sayuran tetap segar.

Bukan hanya dapat mempertahankan antioksidan dalam sayuran saja, proses pengukusan juga dapat meningkatkan kandungan gizi dalam sayuran. Salah satu kandungan gizi yang meningkat saat proses ini berlangsung adalah polifenol. Kenaikan gizinya sendiri dapat mencapai 52 persen, karena proses pemanasan yang tidak berlebihan dan tidak terendam air.

Jika dingin, sayuran juga dapat dipanaskan kembali tanpa memengaruhi kualitas makanan. Baca juga: Makanan yang Ampuh Menurunkan Kadar Gula Darah 2. Merebus Proses mengolah makanan dengan cara direbus akan melibatkan air dan sayuran, Proses ini diklaim dapat menghilangkan senyawa-senyawa aktif dari sayuran itu sendiri.

Akibatnya, nutrisi dan kandungan baik di dalam sayuran yang direbus menjadi hilang. Sebagai contoh, merebus brokoli atau bayam membuat kandungan folat di dalam kedua sayuran tersebut hilang hingga 50 persen. Bukan itu saja, proses merebus juga dapat menghilangkan kandungan vitamin C dan beberapa vitamin B yang bersifat larut air.

Antioksidan di dalam sayuran yang direbus juga akan lebih banyak hilang saat terkena air panas dalam waktu yang lama. Bukan itu saja, merebus sayuran dapat mengurangi kadar polifenol sebesar 38 persen. Baca juga: Chia Seeds, Super Food yang Baik untuk Kesehatan Itulah proses makanan yang baik untuk diet.

Meski keduanya baik karena tidak diolah dengan cara digoreng, tetapi mengukus masih lebih baik ketimbang merebus bahan makanan. Jika kamu ingin mengetahui lebih jauh tentang proses makanan yang baik untuk diet, silahkan diskusikan langsung dengan dokter di aplikasi Halodoc, ya.

Mengapa sayuran lebih baik dikukus daripada digoreng?

Menjaga vitamin dan nutrisi Banyak vitamin dan mineral dalam sayuran hilang karena cara memasak yang keliru. Nah, dengan mengukus Anda bisa memastikan bahwa vitamin seperti vitamin B, riboflavin, tiamin, niasin, biotin, vitamin B12, dan mineral lainnya bisa bertahan dalam bahan yang dimasak.

Apa saja makanan yang harus dihindari?

25 Juli 2019 Bahan makanan yang harus dihindari :

    Makanan yang diolah dengan menggunakan garam dapur dan atau baking powder dan soda seperti roti, biskuit, kue asin, keripik asin dan makanan kering asin lainnya Makanan yang diolah dengan garam dapur/ diawetkan seperti ikan asin, daging asap, dendeng, sosis, abon, ebi, udang kering, terasi, telur asin, telur pindang, acar, asinan dan tauco Makanan yang diawetkan dalam kaleng seperti ikan sardin, kornet, sosis, sayuran dan buah dalam kaleng Bumbu seperti kecap, maggi, bumbu penyedap, saus tomat, sambal botol, monosodium glutamat (MSG) Minuman bergas seperti minuman bersoda Margarin, mentega, keju.

Apa itu braising dan stewing?

Pembahasan – Braising adalah memasak daging dengan tertutup rapat dan sedikit air. Braising awalnya dimasak dengan membuat caramelization dengan teknik pan seared (memasak di wajan datar dengan panas tinggi) sebentar saja, lalu dilanjutkan dengan memasaknya dengan memasukkannya ke dalam oven atau di masak di dalam wadah tertutup dengan disertai sedikit kuah.

  • Stewing adalah memasak rebusan.
  • Teknik stewing adalah memasak secara perlahan dengan bahan makanan yang telah dipotong menjadi lebih kecil seperti daging/ ayam dengan menggunakan air yang tidak terlalu banyak atau hampir sama dengan jumlah bahan, dimana waktu yang diperlukan juga lama.
  • Perbedaan braising dan stewing ialah braising memasak dengan menggunakan potongan beef besar dengan cairan yang cukup menutup daging secara parsial seperti yg ditunjukkan pada menu Classic Beef Pot Roast with Root Vegetables,
You might be interested:  Menurutmu Bagaimana Cara Memilih Sayuran Yang Baik?

Sedangkan stewing menggunakan piece beef yang sama dan kecil pada beef pot roast atau beef for stew meat yang secara menyeluruh dicelupkan dalam cairan yang ditunjukkan pada menu Beef Bourguignonne.

Mengapa mengonsumsi makanan yang direbus lebih baik daripada mengkonsumsi makanan yang digoreng?

MOMSMONEY. ID – Mengubah pola makan menjadi lebih baik adalah salah satu cara yang digunakan untuk membantu mempercepat proses diet. Apalagi dengan mengonsumsi makanan rebus. Makanan rebus yang kerap kali digunakan untuk membantu diet adalah telur rebus, ubi jalar rebus, pisang rebus, dan juga jagung rebus.

Berikut ini adalah beberapa manfaat yang bisa didapatkan dengan mengkonsumsi makanan rebus. Baca Juga: Tidak Disangka! Ubi Jalar Miliki Banyak Manfaat bagi Kesehatan, Yuk Simak! Melawan inflamasi Inflamasi yang terjadi pada perut disebabkan karena penumpukan bakteri dari makanan-makanan tidak sehat yang dikonsumsi.

Menurut laman New Vision, bakteri bakteri tersebut ternyata dapat dilawan dengan mengkonsumsi makanan rebus. Hal tersebut dikarenakan makanan rebus seperti sayur dan sumber makanan lainnya merupakan jenis makanan yang mudah dicerna dan dipecah. Sehingga resiko terjadinya inflamasi di perut pun juga bisa dikurangi.

  1. Membantu diet Makanan rebus juga kerap dimasukan dalam menu diet karena memiliki manfaat baik untuk mempercepat proses diet, selain dengan menggunakan olahraga.
  2. Makanan rebus memiliki tingkat kalori yang rendah namun memiliki tingkat nutrisi dan kadar air yang tinggi.
  3. Sehingga proses diet yang baik dapat tercapai karena mengurangi konsumsi makanan yang rendah lemak.

Baca Juga: Awas Bawa Dampak Buruk! Ini Dia Beberapa Efek Samping Melakukan Diet Air Putih Mencegah keasaman tinggi Kondisi tubuh yang sehat adalah berada pada kondisi yang tidak asam. Mengonsumsi makanan rebus bisa membantu untuk mencegah terjadi keasaman pada tubuh.

Hal tersebut diungkapkan oleh laman Parenting Firstcry karena makanan rebus mudah dicerna oleh tubuh sehingga tidak mengendap terlalu lama di dalam tubuh yang menyebabkan tubuh menjadi asam. Memperbaiki tekstur kulit Makanan yang direbus memiliki lebih banyak nutrisi dibandingkan dengan makanan yang digoreng.

Selain itu kandungan air pada makanan rebus juga tinggi yang tentunya penting bagi kesehatan kulit. Dengan tingginya nutrisi dan kandungan air dari makanan rebus, hal tersebut dapat membantu proses hidrasi kulit dan memberikan nutrisi tinggi. Hasilnya, kulit akan terlihat lebih segar dan sehat.

Mengapa kita dianjurkan makan makanan yang sudah matang?

Memasak makanan secara efektif membunuh bakteri yang dapat menyebabkan penyakit karena makanan. Ini berlaku terutama untuk daging, telur, dan susu.

Mengapa makanan harus dimasak dengan matang?

Makanan sebelum diolah harus dicuci terlebih dahulu. Hal ini bertujuan agar bahan makanan menjadi bersih dan bebas dari kotoran ataupun bakteri yang menempel di bahan makanan tersebut. Makanan yang tidak bersih dapat menimbulkan berbagai gangguan sistem pencernaan, misalnya diare.

Beberapa bahan makanan juga harus dimasak terlebih dahulu. Selain bertujuan untuk membasmi bakteri dan virus yang menempel, proses memasak juga bertujuan untuk memudahkan kita mencerna bahan makanan tersebut. – Makanan sebelum diolah harus dicuci terlebih dahulu. Hal ini bertujuan agar bahan makanan menjadi bersih dan bebas dari kotoran ataupun bakteri yang menempel di bahan makanan tersebut.

Makanan yang tidak bersih dapat menimbulkan berbagai gangguan sistem pencernaan, misalnya diare. Beberapa bahan makanan juga harus dimasak terlebih dahulu. Selain bertujuan untuk membasmi bakteri dan virus yang menempel, proses memasak juga bertujuan untuk memudahkan kita mencerna bahan makanan tersebut.

Related Post