Cara Memasak Ketan Yang Enak?

Cara Memasak Ketan Yang Enak
Cara Memasak Ketan Yang Enak Penulis: Dewi. S | Editor: Ria Beras ketan merupakan salah satu jenis beras yang memilki tekstur lebih lengket dibandingkan dengan beras lainnya. Banyak hidangan dari beras ketan yang dapat dibuat untuk menjadi cemilan sederhana dengan rasa manis atau gurih, enak, dan legit.

Saya sendiri senang membuat ketan susu, ketan urap, ketan srikaya, hingga lemper ayam, Jika kurang tepat dalam memasak, ketan yang anda masak bisa terlalu lembek seperti bubur atau malah kurang matang dan masih ngletis (masih terasa berbulir beras). Yuk ikuti langkah di bawah ini agar beras ketan yang anda masak bisa matang sempurna.1.

Pilih beras ketan yang berkualitas baik Untuk menghasilkan ketan yang enak, gunakan selalu beras ketan yang berkualitas. Seperti warnanya yang putih susu, bentuknya lebih besar dan panjang dari beras biasa, dan butirannya tidak mengambang saat direndam.

Jika anda menemukan butiran putih bening di dalam beras ketan yang telah dibeli, itu tandanya beras ketannya telah dicampur dengan beras biasa. Saat membeli ketan, biasakan juga mencium aromanya, hindari aroma beras ketan yang tengik atau berbau asam. Baca juga: Tips Memilih Beras Ketan 2. Rendam terlebih dahulu Setelah dipilih, cuci beras ketan hingga bersih lalu rendam ketan di dalam baskom berisi air bersih selama 1-4 jam.

Semakin lama waktu perendamannya, semakin lengket tekstur ketan yang akan dihasilkan nantinya. Baca juga: Aneka Jenis Beras dan Manfaatnya 3. Masak dengan panci kukusan atau rice cooker Untuk memasak ketan, anda dapat menggunakan dengan 2 cara yaitu: Kukusan Setelah beras ketan direndam dan ditiriskan, kukus ketan selama 30 menit hingga matang di dalam kukusan.

Agar lebih gurih, matikan api lalu tambahkan santan dan garam yang ditaburkan perlahan saat ketan dikukus setengah matang kira-kira 15 menit pertama. Aduk lalu diamkan sebentar hingga terserap lalu kukus kembali hingga ketan matang. U ntuk takaran santannya yaitu 1:1, atau 2 cangkir ketan untuk 2 cangkir santan.

Tapi jangan lupa untuk memanaskan dulu santan yang akan dicampurkan ke dalam ketannya, ya ! Rice cooker Cara Memasak Ketan Yang Enak Image: Lazada Ketan juga dapat dimasak di dalam rice cooker, lho ! Caranya masukkan beras ketan yang sudah direndam dan ditiriskan lalu tambahkan air atau santan setinggi ketan tersebut, dan juga sedikit garam. Meskipun beras ketan lebih keras daripada beras biasa, beras ketan lebih mudah lembek jika menggunakan banyak air.

Apakah memasak ketan harus direndam dulu?

Parapuan. co – Kawan Puan mau membuat aneka jajanan dengan beras ketan? Pas sekali, ada tips memasak cepat beras ketan pulen, nih. Berbeda dengan beras biasa, beras ketan harus direndam terlebih dulu dan memiliki tekstur lebih lengket. Biasanya, beras ketan digunakan untuk membuat aneka hidangan, terutama camilan dan jajanan tradisional.

Membuat beras ketan pulen sebenarnya mudah, asalkan mengikuti pemilihan bahan hingga proses memasaknya yang benar. PARAPUAN telah merangkum tips memasak cepat beras ketan pulen sebagaimana melansir Kompas. com, Yuk, simak! 1. Pilih beras ketan berkualitas Cara memasak beras petan ketan pulen yang pertama adalah harus memastikan kualitas ketan yang bagus.

Usahakan untuk memilih beras ketan yang bijinya utuh, tidak hancur, bebas dari kutu, dan tidak bau tengik. Pasalnya, beras ketan berkutu dan berbau tengik biasanya sudah disimpan cukup lama dan kualitasnya berkurang. Baca Juga: 5 Tips Memasak Cepat Bubur Ketan Hitam agar Lembut dan Tidak Gosong

Berapa lama beras ketan direndam?

3. Durasi merendam beras ketan – Beras ketan bisa direndam selama satu jam hingga semalaman. Mengutip laman The Spruce Eats, semakin lama direndam makin lengket pula tekstur beras ketan. Jadi, baiknya tentukan durasi perendaman sesuai dengan resep olahan beras ketan yang ingin dibuat.

Apa manfaat beras ketan putih?

Meningkatkan kepadatan tulang – Zat mineral yang dikandung oleh beras ketan putih dapat membantu menjaga kepadatan tulang, sehingga penyakit osteoporosis bisa dicegah. Terutama kandungan kalsium, dalam 100 gram beras ketan putih, terdapat sekitar 2 miligram kalsium yang siap menjaga kesehatan tulang.

Apa perbedaan beras ketan dengan beras biasa?

Beras dan ketan sekilas memiliki tampilan fisik yang hampir sama, 2 bahan makanan ini adalah 2 bahan makanan yang berbeda. Walau sekilas mempunyai tampilan tanaman serta tampilan bulir yang hampir sama, nyatanya 2 jenis bahan makanan ini memiliki perbedaan yang jelas.

  • Beras yang memiliki nama ilmiah Oryza Sativa serta Ketan yang memiliki nama ilmiah Oryza Sativa L.
  • Var Glutinosa adalah 2 bahan makanan yang sering dikonsumsi oleh masyarakat khususnya di Indonesia.
  • Berikut ini adalah 6 perbedaan beras dan juga ketan.1.
  • Tekstur Perbedaan tekstur ini dapat dilihat dengan jelas khususnya setelah beras dan ketan sudah selesai dimasak, tektur ketan akan menjadi lebih berlendir dan lengket, ketan juga akan menjadi cenderung menyatu satu sama lain, berbeda dengan beras, beras setelah dimasak akan mempunyai tekstur yang lembut serta pulen.2.
You might be interested:  Kacang-Kacangan Merupakan Bahan Pangan Yang Banyak Mengandung?

Tempat tumbuh Padi yang menjadi asal dari beras akan tumbuh subur di area yang lebih basah, sedangkan ketan akan lebih cocok tumbuh di area yang kadar airnya lebih rendah, ketan hanya membutuhkan sedikit air, sedangkan beras membutuhkan tumbuh di area yang mempunyai banyak air agar beras yang dihasilkan tidak keras.3.

  1. Warna Dilihat secara sekilas mungkin memang tidak ada perbedaan warna, tapi jika dilihat secara lebih jelas dan lebih seksama akan terlihat perbedaan dari warna beras maupun ketan.
  2. Beras mempunyai warna yang cenderung putih gading, dengan bentuk yang lebih kurus dan memanjang, sedangkan ketan mempunyai warna putih susu, dengan tampilan yang solid, bentuk cenderung membulat dan pendek.

Tapi perlu di ingat beras dan ketan juga mempunyai warna lain selain warna putih.4. Masa panen Tanaman padi dan ketan memiliki bentuk yang sama, akan tetapi tanaman ketan lebih tinggi daripada tanaman padi yang menghasilkan beras, tanaman ketan bisa mempunyai tinggi mencapai 1 meter.

Tinggi tanaman ini memengaruhi masa pemanenan, karena tanaman padi yang menghasilkan beras mempunyai tinggi tanaman yang lebih rendah maka masa pemanenan padi yang menghasilkan beras akan lebih cepat. Padi yang menghasilkan beras bisa dipanen dalam waktu 3 bulan, sedangkan tanaman yang menghasilkan ketan baru bisa dipanen setelah 4 bulan.5.

Pengolahan Pengolahan beras dan juga ketan juga berbeda, rasa beras yang cenderung netral ketika selesai dimasak bisa menjadi perpaduan untuk makanan yang mempunyai cita rasa gurih dan pedas, biasanya beras diolah menjadi nasi, ketupat, atau lontong.

  • Etan memiliki kadar gula yang lebih tinggi dibandingkan dengan beras maka dari itu ketan cocok untuk dijadikan olahan makanan manis.
  • Cara pengolahan yang berbeda tersebut membuat beras dan ketan memiliki pilihan dan selera tersendiri bagi penikmatnya, beras cenderung menjadi makanan pokok atau makanan utama, sedangkan ketan lebih cenderung sebagai makanan yang disantap disamping makanan pokok atau makanan utama.6.

Harga Dari segi harga, beras dan ketan juga mempunyai harga yang berbeda, ketan cenderung mempunyai harga yang lebih mahal dibanding harga beras pada umumnya. Hal ini bisa juga disebebkan karena masa pemanenan dari ketan lebih lama daripada masa pemanenan dari beras.

Apa yang menyebabkan ketan yang sudah dimasak menjadi lembek?

Sajian Sedap Jangan Sampai Salah! Tengok Tips Memasak Beras Ketan Berikut Ini Agar Hasilnya Legit dan Tahan Lama SajianSedap. id – Berbeda dengan beras biasa, mengolah beras ketan butuh trik dan tips agar hasilnya bisa legit dan tahan lama. Soalnya, beras ketan baru bisa dibilang nikmat kalau hasilnya legit, lengket dan pulen.

  • Nah, bagaimana bisa kita mendapat hasil seperti itu? Baca Juga : Dirayakan dengan Tumpeng di Rumah Sederhana, Begini Sepinya Ulang Tahun Lina yang Hanya Dihadiri Satu Anak Sule Pastinya dengan cara memasak yang benar.
  • Yuk, langsung cari tahu tips memasak beras ketan agar hasilnya legit dan tahan lama! Cara Memasak Beras Ketan Pertama-tama, pastikan kita memilih beras ketan dengan kualitas yang baik.

Pastikan kita pilih butiran panjangnya masih utuh. Yang sudah patah-patah memang masih bisa dipakai, tapi hasil kuenya akan jadi kurang cantik. Kemudian rendam beras ketan selama 1 sampai 2 jam atau bahkan sampai semalaman. Proses perendaman ini selain membuat beras ketan cepat matang, juga bisa membuat beras ketan semakin legit rasanya.

Selanjutnya kukus beras ketan sampai setengah matang. Baca Juga : Bukti Sukses Setelah Nikahi Pengusaha Kaya, Intip Rumah Chacha Frederica yang Dapurnya Saja Mewah Banget! Kalau sudah, ketan diaroni bersama air, air kaldu, atau santan. Dalam pembuatan aron ini ketan bisa dibumbui garam, salam, serai, jahe, atau bumbu lainnya.

Sebelum kembali dikukus, kita harus menunggu sampai uapnya hilang. Soalnya kalau tidak, beras ketan bisa jadi lembek dan tidak tahan lama. Baca Juga : Bukti Kaya Dari Lahir! Begini Mewahnya Rumah Nenek Raffi Ahmad Seharga 100 Miliar, Sebelahnya Gedung Sate Kalau uap sudah hilang, bar bisa kita kukus sampai matang dan mengembang dengan api kecil.

Air kukusan juga harus pas, tidak boleh terlalu sedikit atau banyak. Air yang sedikit akan membuat ketan dimasak dalam waktu lama. Sedangkan kalau terlalu banyak, hasilnya akan lembek. Begitu matang, ketan harus dikukus dengan sendok kayu sambil sesekali ditekan sampai uapnya hilang. Dengan begitu hasil ketan akan semakin pulen.

Baca Juga : Kini Punya Harta Rp 29 Miliar, Begini Sempitnya Rumah Lama Tukul dan Alm. Susi yang Sekarang Jadi Warung Sembako Setelah ketan matang, kita bisa menyimpannya di dalam panci kukusan atau rice cooker. Variasi penyajian ketan banyak banget, lo! Bisa dicampur dengan bahan lain seperti keju atau kelapa.

Bisa juga diisi dengan ayam, abon, kacang, tumisan oncom, atau pisang. Baca Juga : Hampir Minum Air Kencing dalam Taksi Online, Hal Ini Langsung Dilakukan Seorang Penumpang Kepada Sang Supir Atau kalau mau bisa diberi toping seperti serundeng, kacang, keju, tepung roti goreng, dan abon. Ketan yang diisi bisa dipanir, lalu digoreng sampai kecokelatan.

Kini sudah tahu kan, bagaimana cara memasak beras ketan yang benar? Yuk, langsung buat sendiri di rumah! Baca Juga : Seru Maksimal Kalau Ajak Si Kecil Membuat Kue Kering Sereal Krimi Yang Renyah Dan Manis Ini Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berapa lama ketan bisa bertahan?

Simpan di kulkas ‘Kalau sudah matang langsung masuk kulkas saja. Jadi, waktu kita masak sampai jadi itu kan tiga hari, nah itu masih ada tiga hari, ya bisa lima sampai enam harilah,’ ujar Kurniawan.

Berapa lama daya tahan beras?

Nasi masih menjadi makanan pokok masyarakat Indonesia. Namun, tidak banyak orang mengerti bahwa beras ternyata memiliki masa kadaluarsa. Dilansir dari Antara, masa kadaluarsa beras tergantung dari jenis beras itu sendri. Sebagian besar masyarakat Indonesia mengkonsumsi beras putih atau beras melati, namun tidak jarang ada pula yang mengkonsumsi beras merah, beras hitam, hingga basmati.

  • Laman Healthline menjelaskan bahwa beras merah dan beras hitam memiliki usia yang jauh lebih pendek dari beras putih.
  • Hal ini disebabkan karena beras merah dan beras hitam tidak mengalami proses penggilingan.
  • Edua jenis beras ini memiliki kandungan minyak atau lemak yang lebih tinggi.
  • Oleh, karena itu jenis beras ini menjadi lebih cepat tengik dibandingkan beras putih.

Meski demikian, kedua jenis beras ini dianggap paling stabil untuk disimpan saat kering pada suhu kamar 26 derajat celsius. Beras merah dan beras hitam hanya dapat bertahan antara tiga sampai enam bulan sejak tanggal pembuatannya, sedangkan beras putih dapat bertahan hingga 2 tahun dengan penyimpanan dalam suhu kamar.

Apa efek samping makan ketan?

2. Ketan termasuk bahan makanan yang mengandung gas – Rita Ramayulis dalam buku ” DIET untuk Penyakit Komplikasi” mengelompokkan beras ketan ke dalam makanan yang mengandung gas, merangsang asam lambung, dan sulit dicerna, Makanan yang mengandung gas akan membuat perut Anda kembung dan tidak nyaman. Apalagi bagi orang yang punya maag dan penyakit lambung lainnya.

Sakit apa yang tidak boleh makan ketan?

    Beranda Semua Grup Life Random Chat Bolehkah Penderita Maag Makan Beras Ketan?

Menurut penelitian yang dipublikasikan oleh Chonnam Medical Journal PMC NOH, beras ketan memiliki efek protektif terhadap organ lambung. Dengan kata lain, beras ketan dapat melindungi lambung dari luka. Meskipun demikian, para ahli sepakat bahwa mengonsumsi beras ketan harus dibatasi bagi orang-orang dengan penyakit maag dan penyakit lambung lainnya.

  1. Hal ini dikarenakan ketan dapat memicu gejala masalah pencernaan seperti perut kembung dan terasa penuh, hingga dapat memicu heartburn.
  2. Selain itu, ketan juga termasuk makanan yang mengandung gas sehingga merangsang asam lambung, dan sukit dicerna.
  3. Namun, sebenanrnya ketan tetap boleh dikonsumsi oleh penderita maag kok Ma, asalkan dalam batas wajar dan tidak berlebihan.

Tetapi, Mama mengalami berbagai gejala setelah makan ketan seperti mual dan rasa perih pada lambung atau bagian dada, sebaiknya hentikan konsumsi dan segera konsultasikan ke dokter ya!

Apa efek samping makan beras ketan?

GridHype. ID – Sebagian orang mungkin tak asing dengan beras ketan, Beras ketan adalah sebuah jenis beras yang utamanya tumbuh di Asia Tenggara dan Asia bagian timur. Mungkin di antara kamu, ada yang suka dengan olahan dari ketan. Ketan memang dapat diolah dalam berbagai jenis makanan lezat.

Baca Juga: Nggak Perlu Pusing, Begini Cara Mudah Menghilangkan Noda Gosong dan Kerak di Panci Namun mengonsumsi ketan rupanya juga dapat memicu risiko kesehatan bagi tubuh. Nasi ketan memang miliki manfaat baik untuk menambah energi. Namun tak sedikit ahli yang menyebut jika dengan mengonsumsi beras ketan berlebihan justru tak baik bagi kesehatan.

Berikut sederet masalah kesehatan yang dapat timbul akibat terlalu banyak makan beras ketan. Baca Juga: Kerap Kita Konsumsi, Jenis Nasi Putih Ini Ternyata Bisa Picu Penyakit, Segera Hentikan Memakannya Sebelum Terlambat! – Mulas Nasi ketan sangat tidak disarankan untuk dikonsumsi saat sarapan.

Efek yang ditimbulkan dari nasi ketan akan lebih banyak jika dibanding dengan bawang putih. Makan nasi ketan bisa sebabkan mulas dan sakit perut. Itu karena kandungan pati yang ada pada ketan sangat tinggi. Untuk seorang yang miliki masalah sakit perut, mengonsumsi nasi ketan sebabkan jumlah enzim pencernaan dan asam lambung tidak stabil.

Baca Juga: Dijamin Gampang! Berikut Cara Mudah dan Benar Membersihkan Rice Cooker Kesayanganmu, Cuman Modal Air Hangat – Berat badan bertambah Pada 100 g beras ketan miliki 344 kalori, tak aneh jika makan banyak ketan membuat orang menjadi lebih mudah bertambah berat badan.

  1. Untuk menghindari kenaikan berat badan, seimbangi konsumsi ketan dengan makanan yang kaya serat, protein, mineral.
  2. Disarankan untuk makan apapun berbahan ketan saat siang hari.
  3. Baca Juga: Jadi Ramuan Ajaib, Air Rendaman Beras Ternyata Ampuh Cegah Penyakit Mematikan, Ini Manfaat Lainnya Tepat saat tubuh miliki banyak aktivitas dan membutuhkan banyak energi.

Pastikan untuk menghindari makan nasi ketan saat malam hari. Sebab dengan mengonsumsi ketan malam hari dalam beragai jenis olahan akan menimbun lemak yang tidak baik untuk tubuh. Baca Juga: Mudah dan Praktis! 3 Cara Masak Nasi Uduk Super Gurih, Kaki Lima Lewat – Hindari saat demam Meski beras ketan disebut-sebut miliki manfaat untuk mengobati pilek, namun ada baiknya untuk tudak makan olahan dari ketan untuk orang dengan keluhan demam, dan sakit kembung.

You might be interested:  Berikut Ini Tanaman Sayuran Yang Dimanfaatkan Pada Bagian Daunnya Adalah?

Tidak baik untuk orang sakit Jangan mengonsumsi beras ketan saat pagi hari dan menderita sakit tertentu. Sebab ketan yang miliki tekstur lengket tidak baik untuk kesehatan limpa. Jika ingin mengonsumsinya, ada baiknya untuk membuatnya menjadi bubur. Baca Juga: Salah Mencuci Beras Bisa Berdampak pada Hasil Akhir, Ini Tips Agar Nasi Pulen dan Tidak Menggumpal! – Wanita hamil Meski disebut-sebut bermanfaat untuk mengurangi mual selama kehamilan, kandungan pati pada ketan rupanya tak baik dikonsumsi oleh ibu hamil.

Banyaknya kandungan pati pada ketan dapat meningkatkan risiko diabetes gestasional. Apakah nasi ketan sama dengan nasi putih?

Sticky Rice vs Nasi Putih Biasa – Beras Ketan/Foto: Pixabay. com/Jing Perbedaan sticky rice dan nasi putih biasa terlihat jelas pada warna butirannya. Beras ketan berwarna putih pekat, sedangkan beras putih cenderung transparan. Tekstur dan cita rasa beras ketan lebih pulen dan lengket.

  1. Hal ini disebabkan oleh jumlah kandungan amilosa dan amilopektin yang telah disebutkan sebelumnya.
  2. Jika beras putih biasa biasanya banyak dihindari pelaku diet, karena kandungan gula dan kalori tinggi, tidak demikian halnya dengan sticky rice,
  3. Dilansir dari Organic Facts, beras ketan diketahui memberi banyak manfaat kesehatan, seperti meningkatkan kepadatan tulang, meningkatkan kesehatan jantung, mengurangi peradangan, dan sebagainya.

Meski demikian, kamu tetap perlu hati-hati saat menyantapnya. Pasalnya, berdasarkan penelitian di Universitas Dhurakij Pundit University Thailand, beras ketan justru lebih mudah menaikkan kadar gula darah. Penelitian ini sendiri dilakukan pada makanan kekinian yang populer di Negeri Gajah Putih, yaitu Mango Sticky Rice.

Apa rasa ketan?

2. Berbedanya Cara Menghidangkan – Ketan lebih sering dijadikan olahan makanan manis. Ini karena ketan menghasilkan rasa yang cukup manis. Di beberapa tempat seperti Thailand terkenal akan mango sticky rice, di Indonesia pun makanan ini cukup populer. Sedangkan beras cenderung digunakan untuk olahan makanan gurih seperti nasi goreng, ataupun nasi liwet. Cara Memasak Ketan Yang Enak Sumber Gambar : Pexels Mengonsumsi ketan maupun beras dan bagaimana cara diolahnya sesuai selera masing-masing. Beberapa masakan populer dari ketan selain mango sticky rice adalah ketan srikaya, durian ketan, dan ketan dengan fla beraneka rasa. Sedangkan olahan nasi yang cukup populer di Indonesia diantaranya nasi goreng, nasi liwet, nasi bakar, nasi jeruk sampai nasi lemak.

Mengapa beras ketan lebih lengket dibanding dengan beras biasa?

Senin, 22 Oktober 2018 06:02 WIB – BACA YUKKK 🍚, Suprapto – Menunjukan bahwa beras ketan putih lebih lengket dari beras biasa, hal ini disebabkan karena pada beras ketan putih (Oryza sativa L. var glutinosa) mempunyai komposisi utama zat pati sebesar 90% yang menyebabkan terjadinya pengikatan hidrogen dan molekul-molekul tepung beras ketan putih (gel) bersifat kental.

Berapa lama ketan bisa bertahan?

Simpan di kulkas ‘Kalau sudah matang langsung masuk kulkas saja. Jadi, waktu kita masak sampai jadi itu kan tiga hari, nah itu masih ada tiga hari, ya bisa lima sampai enam harilah,’ ujar Kurniawan.

Berapa lama tape didiamkan?

Resep Tape Singkong Anti Gagal – Bahan:

  • 2 kg singkong
  • 2 keping ragi tape

Cara membuat tape singkong:

  1. Kupas singkong dan cuci bersih, potong-potong sesuai selera.
  2. Kukus singkong hingga matang. Biarkan hingga benar-benar dingin.
  3. Tumbuk ragi tape hingga halus.
  4. Pindahkan dan tata singkong di wadah plastik yang memiliki penutup. Taburi dengan ragi hingga merata dan tutup wadah.
  5. Simpan di dalam lemari makan yang gelap dan suhu ruangan. Diamkan selama 2-3 hari. Tape sudah siap dinikmati.

Tips pembuatan tape singkong:

  • Pastikan untuk tidak menyentuh singkong yang sudah matang dengan tangan. Hal ini bertujuan agar singkong tidak terkontaminasi bakteri karena dapat merusak singkong sehingga tak bisa jadi tape.
  • Jika ingin memastikan singkong sudah matang atau belum saat sudah dikukus, gunakan tusuk sate atau garpu.
  • Gunakan pencapit makanan untuk menata singkong di dalam wadah agar tak perlu menyentuh singkong.
  • Bisa menggunakan alas daun pisang jika suka sebelum ditaruh di wadah. Setelah daun pisang dibersihkan dan dipanaskan agar layu.
  • Setelah tape mencapai kematangan yang diinginkan, simpan di kulkas.

Berapa lama daya tahan beras?

Nasi masih menjadi makanan pokok masyarakat Indonesia. Namun, tidak banyak orang mengerti bahwa beras ternyata memiliki masa kadaluarsa. Dilansir dari Antara, masa kadaluarsa beras tergantung dari jenis beras itu sendri. Sebagian besar masyarakat Indonesia mengkonsumsi beras putih atau beras melati, namun tidak jarang ada pula yang mengkonsumsi beras merah, beras hitam, hingga basmati.

Laman Healthline menjelaskan bahwa beras merah dan beras hitam memiliki usia yang jauh lebih pendek dari beras putih. Hal ini disebabkan karena beras merah dan beras hitam tidak mengalami proses penggilingan. Kedua jenis beras ini memiliki kandungan minyak atau lemak yang lebih tinggi. Oleh, karena itu jenis beras ini menjadi lebih cepat tengik dibandingkan beras putih.

Meski demikian, kedua jenis beras ini dianggap paling stabil untuk disimpan saat kering pada suhu kamar 26 derajat celsius. Beras merah dan beras hitam hanya dapat bertahan antara tiga sampai enam bulan sejak tanggal pembuatannya, sedangkan beras putih dapat bertahan hingga 2 tahun dengan penyimpanan dalam suhu kamar.

Related Post