Porto Bistreau – Gading Serpong, Tangerang

Hai semuanya !! Kembali bersama Koko dan Cici Cengli di blog kesayangan kita semua. Ulasan kali ini mengungkap seluk-beluk salah satu restoran yang lumayan terkenal di Gading Serpong. Restoran ini merupakan anggota dari Altima Group. Kalau yang ga tau atau masih awam dengan grup itu, itu loh yang bikin Nanny’s Pavillon. Informasi tentang resto ini gue dapetin dari temen gue karena kebetulan dia kerja di Altima Group. Lokasinya ada di Ruko Golden 8, satu komplek dengan coffee shop yang tenar seperti Turning Point Coffee dan The Daily Press. Kalau masih ga tau tempatnya, pokoknya komplek rukonya ada di seberangnya Rumah Kayu.

IMG_7867 copy

Indoor Lantai 1

IMG_7861 copy

Indoor Lantai 2

IMG_7859 copy

Outdoor

Dari luar, restoran ini memberikan kesan yang biasa saja. Signage yang kurang begitu menarik. Tetapi setelah masuk ke dalam, mind blown!! Akhirnya ada juga restoran di Gading Serpong dengan interior yang sebagus ini. Senangnya hati ini. Gue langsung terkesan dan suka dengan tempatnya. Bawaannya jadi betah banget. Ada dua lantai. Di lantai satu ada mural yang super kece di temboknya. Liat aja deh di fotonya. Terus ada juga bagian outdoor, buat yang lebih suka kena angin alami dibandingkan AC.

large_picture-1457337242 copy

Red Salad (Rp 39.000,00)

Mungkin ini salad dengan penampilan paling unik yang pernah gue makan. Semangka dibentuk kayak gelas, terus diisi dengan berbagai macam item, kayak selada, tuna, biji bunga matahari, dan jeruk Bali. Semuanya dalam kondisi segar. Setiap rasa secara mengejutkan nyambung satu sama lainnya. Teksturnya juga macam-macam karena variasi dari isinya. Makanan pembuka yang patut diacungi jempol.

Hell's Chicken (Rp 39.000,00)

Hell’s Chicken (Rp 39.000,00)

Hell's Chicken (Rp 39.000,00)

Hell’s Chicken (Rp 39.000,00)

Jangan keburu jiper deh sama nama hidangannya. Ini ga bikin mulut kepedesan kok. Fillet ayam seukuran jari yang dibalut adonan khas Porto Bistreau dan digoreng, lalu dikasih saus pedas. Level pedasnya itu ga berlebihan, jadi ga bikin hidung kalian meler. Tekstur ayamnya sempurna buat bagian luar sama dalamnya. Lumayan buat dijadiin snack sambil menunggu makanan utama keluar.

Broccoli Dublin (Rp 35.000,00)

Broccoli Dublin (Rp 35.000,00)

Kayaknya kalimat “everything goes well with cheese” memang sudah tidak diragukan lagi deh. Sayuran yang bentuknya kayak pohon (baca: brokoli) gini aja kalau dikasih lelehan keju cheddar, jadi makanan elegan yang rasanya lezat. Kematangan brokoli serta baby potato cucok banget deh, masih sedikit crunchy tapi tidak keras. Kejunya tidak terlalu asin dan ga bikin eneg. Mau bagi-bagi ke orang aja jadi mikir-mikir, saking nagihnya.

Hanging Tender (Rp 59.000,00)

Hanging Tender (Rp 59.000,00)

Mau ngerasain daging harga gak mahal tapi rasanya kayak yang mahal? Nih, cobain dulu Hanging Tender. Dagingnya mirip sama tenderloin dan rasanya 11 12 lah. Yang beda? Tentu harganya. Jauh lebih murah dibandingkan potongan tenderloin pada umumnya. Tingkat kematangan yang dikasih adalah medium rare, jadi pasti terjamin keempukan serta juiciness-nya. Percaya ga percaya, ini gak pake bumbu apa-apa loh, cuman pake garam sama lada doank. Walau pun begitu doank, rasanya tetep mantep banget. Bursting with flavors.

Fettucine al Tartufo (Rp 79.000,00)

Fettucine al Tartufo (Rp 79.000,00)

Fettucine al Tartufo (Rp 79.000,00)

Fettucine al Tartufo (Rp 79.000,00)

Jreng jreng~~ Ini dia hidangan favorit Koko dan Cici Cengli : Fettuccine al Tartufo. Jangan bingung sama namanya, itu cuman sebutan biar keren aja. Nama yang lebih manusiawi adalah fettuccine dengan saus krim truffle. Gue peringatkan ya, ini bisa bikin ketagihan. Seriously, the taste is so damn good. Jumlah truffle oil yang dipake pas banget jadi gak terlalu tajam. Sausnya super creamy dan asinnya pas. Kematangan pasta juga sempurna, bahasa kerennya al dente karena sedikit keras tetapi dalamnya empuk dan masih mudah dikunyah.  Definitely a well-executed decadent dish. Intinya adalah KALIAN MESTI BANGET COBAIN INI!!

Chocolate Lava Cake

Chocolate Lava Cake

Chocolate Lava Cake

Chocolate Lava Cake

Gue suka banget sama kue cokelat lava yang satu ini. Mari nilai dari penampilannya dulu. Bentuk kuenya bagus nan rapi, terus lihat deh bagaimana mereka membentuk saus stroberinya. Artistik banget kan?? Nah tapi kan itu penampilan dari luar. Tau donk, kalau chocolate lava cake itu pas dipotong, yang bagus itu kayak gimana? Pas dipotong, lelehan cokelat yang menyerupai lava harus muncul dari dalam. Tak segan-segan gue potong ni kue dan ternyata lavanya keluar. Gak cuman itu, banyak banget lagi jumlahnya. Dari segi rasa, enak banget. Rasa cokelatnya gak abal-abal, manisnya juga seimbang. Dimakan bersamaan dengan es krim vanilla serta saus stroberi, mmm sedap!!

Ga perlu lagi sebutin alasan kenapa restoran ini termasuk cengli. Nih ya, harganya yang ditawarkan itu sangat amat sepadan sekali dengan makanan yang diberikan. Berasa kayak makan fine dining, tapi bedanya yang ini dompet ga perlu nangis. Gue udah nyobain beberapa menu lainnya dan itu enak semua. Terus tempatnya, keren banget boi. Cocok banget buat yang pengen OOTD atau QOTD gitu di Instagram atau social media lainnya. Moga-moga kalian juga jadi penasaran dan mau cobain ya.

Salam Cengli!


Porto Bistreau
Ruko Golden 8 Blok K No. 30, Jl. Ki Hajar Dewantara, Gading Serpong, Tangerang
Telp : +62 21 29507888
Porto Bistreau Menu, Reviews, Photos, Location and Info - Zomato

 

3

There are no comments

Write a comment below...